Bagaimana anak-anak SD Jepang belajar bahasa inggris

December 30, 2007

Sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu, ada kebijakan baru dari departemen pendidikan jepang, untuk memasukkan kurikulum Bahasa Inggris bagi pendidikan sekolah dasar. Ini berimplikasi pada keadaan dimana anak-anak 1 nen sei (Kelas 1 SD) sampai dengan 6 nen sei (Kelas 6 SD) harus belajar bahsa inggris di sekolahnya.

Core dari pembelajaran bahasa inggris yang dicanangkan oleh pemerintah jepang adalah, bagaimana menjadikan bahasa inggris, menyenangakan bagi siswa, dan membiasakan siswa untuk sering berinteraksi dengan orang asing, tak terlepas dengan orang asing yang menggunakan bahasa inggris bukan sebagai bahasa ibu-nya. Oleh karena itu dibentuklah EF (english friends) untuk Sekolah Dasar (Syogakko).

Program ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Shi) yang berguna untuk merekrut orang2 yang bisa berbahasa inggris, enak diajak ngobrol, dan bisa menghandle anak kecil. Kebetulan, kebanyakan yang masuk dalam program ini adalah mahasiswa asing di Gifu University.

Tentunya manajemen mengajar anak kecil, sangatlah berbeda dengan penguasaan pengajaran terhadap mahasiswa. Kalau mahasiswa bisa diajak berlogika, anak kecil akan lebih senang diajak berangan-angan. Bermain, tertawa, menangis, berkelahi, adalah kesukaan mereka.  Kita harus pamah bener dengan sifat-sifat mereka ini. Dengan kegemaran mereka ini.

Belajar artinya mengulang, dengan mengulang orang akan cepat hapal dan paham dengan kata2 sederhana dalam bahasa inggris. Selain itu dengan permainan-permainan interaktif yang melibatkan siswa secara langsung, akang semakin membuat bahasa inggris lebih menyenangkan.

Wassalam


Kokoronotomo

December 29, 2007

Masih ingat dengan lagu tersebut…

Sebelumnya terima kasih buat youtube dan http://www.youtube.com/profile?user=itchelielie yang sudah membolehkan (kana….) saya untuk menambahkan link-nya ke blog saya ini.

Lagu ini, ndak tahu sejak kapan, sangat terkenal di IDN. Bahkan sampai sekarangpun saya yakin masih pada inget dengan lagu tersebut. Tapi herannya, anak2 muda Jepang sekarang, kurang paham dan seolah2 tidak tahu dan kenal dengan lagu tersebut lho. Kenapa? Seolah ada pembatas antar generasi yang menyebabkan mereka ndak tahu dengan musik yang satu ini….sayang memang…

Atau barangkali….ini karena pengaruh lagu2 barat yang relatif nge-rock, yang lebih cenderung mereka sukai?

hanya sekedar pengen belajar…


Dikti punya kerja…

December 28, 2007

Hari ini, setelah mendengar kabar bahwasanya Gifu University bakalan kedatangan mahasiswa dai Ina yang berkesampatan untuk belajar di jepang dengan biaya DIKTI, terdengar kabar lain, bahwasanya teman se fakultas di UGM dapet dana serupa untuk bisa ngelanjutin S3 di Belanda, di salah satu kampus di mana dia menyelesaikan program masternya dulu.

Wow, fantastik. Good job DIKTI, semoga langkah2 seperti ini bisa berkembang dari tahun ke tahun, sehingga akan banyak lagi teman2 yang bisa merasakan pendidikan di luar negeri. Katanya lagi, tahun ini target DIKTI bisa menyekolahkan 2000 orang ke luar negeri. Tapi karena informasi yang berkembang tidak cukup cepat ditangkap oleh masyarakat luas, maka hanya sekitar 400 orang saja yang bisa dibiayai untuk berangkat sekolah ke luar. Akhirnya alokasi dana beralih ke para mahasiswa calon2 P.hD yang sekarang pada tahap akhir penyelesaian study, dan mengalami masalah keuangan. Dan ti tahun depan, harapannya bisa 4000 orang berangkat ke luar dengan dana yang sama. Itu kata teman saya tadi….

Anyway, semoga langkah ini menjadi pioner untuk tetap mengusahakan indonesia semakin cerdas, dan bisa sejajar dengan negara2 yang punya kesempatan maju duluan.

Gambatte Indonesia,

Wassalam


Enaknya nulis thesis sambil ndengerin Didi Kempot

December 28, 2007

Ndak terasa sudah 2 tahun lebih dirimu itu menimba ilmu di negeri aneh ini. Seiring dengan berjalannya waktu, sekarang sudah tiba saatnya, harus merangkum semua hal yang bisa dilaporkan, sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada Sensei dan Monbukagakusho yang telah membiayai selama ini. Thesis. Ya, thesis.

Untuk anak-anak jepang terkhusus pada student M2, mungkin bukan sesuatu yang susah untuk nulis thesis karena selain mereka pakai bahasa nenek moyang mereka sendiri, data-data penelitian yang dulu didapat sewaktu undergraduate program masih bisa dipakai lagi untuk lulus master. Tentunya semua ini, kalau restu dari sensei bisa didapet. Sehingga data yang didapat selama masuk program master, bersifat sebagai pelengkap dan penguat saja. Sistem di Jepang, research bersifat sustainable, dan ini sangat bagus bagi para student, karena mereka bisa belajar secara komprehenship tentang suatu hal.

Nah bicara tentang tulis menulis thesis, tentunya semua ini perlu perjuangan tersendiri. Selain keterbatasan waktu, data yang masih amburadul, ditambah dengan kemampuan menulis dalam bahasa inggris yang pas-pasan, sukur2 pas dapet ide pas bisa nulis, kalau nggak dapet ide ya ndak nulis nulis thesis terasa cukup berat, at least pada awal-awal saja. He..he. Tapi, setelah ide sudah nyanthol, dan sensei sudah memberikan jalan terang, pas semangat 45, kadang-kadang nulis thesis ada syiknya juga. Apalagi diiringi dnegan lantunan lagu didi kempot, serasa nulinya di Indonesia, he..he..OK, semoga semuanya bisa lancar sampai ujung penantian.

Tulisan ini diketik disela kejenuhan kepala dalam merangkum data2 guna pelengkap data thesis.

wassalam


Genset Masjid hilang…

December 27, 2007

Ceritanya, sekarang ini masjid Gifu sedang dibangun. Dalam kondisi himpitan kekurangan dana yang memang dirasa sangat besar (lebih dari 100 juta yen),  hambatan datang dari sisi lain. Dengar2 Brother wahab baru banting tulang mengumpulkan dana dari para dermawan di berbagai penjuru dunia.

Anyway, sementara ini sholat tetap dilaksanakan di kontainer yang beberapa waktu lalu dipindah tempatkan karena start pembangunan masjid harus segera dimulai (di tempat kontainer yang lama). Konsekuensinya, kabel listrik dari tiang yang sekarang ada, ndak menjangkau ke tempat kontainer yang baru. Alhasil harus ada alternatif penerangan sementara, dan pemanas, buat kenyamana bagi yang mau sholat disana.

Akhirnya dibelilah genset kecil yang cukup untuk menyalakan 2 lampu listrik dan 1 stopu. E, nggak begitu lama gensetnya curi orang, dan jeleknya setelah beberapa brothers beli yang baru lagi, lha kok dicuri lagi. Malang bener nasib kita ini. 2 buah genset hilang di tempat yang sama.

Siapa gerangan yang ngambil ? Orang jepang? Saya kok ndak yakin. Kecuali kalau memang orang yang hanya iseng dan ndak suka ngelihat komunitas muslim berkembang di negeri sakura ini. Kalau orang China….Saya juga nggak bisa bilang dan menuduh tanpa bukti yang jelas. At least sekarang ini Rahman san sudah menelpon temannya ( Polisi Jepang) untuk sebisanya mengusut kasus ini dan menyelesaikannya secara hukum.

Semoga sang pencuri bisa sadar, dan diberikan jalan yang benar sehingga bisa menghentikan kasinya untuk sering mengganggu umat muslim di wilayah Gifu ini.

Wassalam


Tradisi bonenkai dan bersih2 tahunan

December 26, 2007

Jepang, yang banyak dikenal sebagai kota yang tertata rapi, mempunyai tradisi2 yang sebenarnya tidak salah kalau kita contoh. Di Jepang, hampir diseluruh pelosok, lingkungan tertata rapi dan kelihatan nyaman huni. Ini tidak terlepas dari pribadi bangsa jepang yang memang senang dengan kebersihan.

Di laboratorium yang sekarang saya tempati untuk belajar, tradisi bersih-bersih tahunan (menjelang bonenkai atau pesta akhir tahun) telah menjadi tradisi turun temurun dari jaman bahela. Dengan usaha menciptakan tempat belajar dan bekerja yang nyaman, tentunya akan memberikan kenyaman hati dan menambah spirit. Ya, asal ndak sampai nggak mau pulang saja karena keenakan kerja di lab, he…he…

Saya yakin tradisi ini tidak hanya terjadi di lab dimana saya belajar saja, tapi saya lihat lab2 yang laindi Universitas Gifu, dan mungkin juga di Universitas lain memiliki tradisi yang sama.

So, kalau ini sesuatu yang baik, kenapa tidak kita conto dan praktekkan saja di negara kita. Kalau semua warga Indonesia punya kesadaran  seperti orang jepang, taat aturan dan displin tinggi, bukan sesuatu hal yang mustahil bangsa kita akan seperti mereka…

Rak yo begitu….

Sekedar corat-coret, sambil nunggu waktu berangkat bonenkai di gifu eki

Wassalam