Bunuh diri

January 17, 2008

Pertama, membayangkannya saja ngeri nggak ketulungan…

Hari ini salah satu channel TV swasta indonesia mengakabarkan secara terpisah 2 kasus bunuh diri di tanah air. Keduanya mempunyai alasan yang sama yaitu uang.

Kasus pertama bercerita tentang pasangan yang baru 5 bulan menikah, pasangan yang seharusnya baru menikmati indahnya masa-masa pengantin baru itu harus berakhir tragis. Sang suami nekad “nyemplung” ke sumur sempit, dan nggak sempat ditolong oleh warga sekitar, sehingga mati lemas kebanyakan nelen air sumur. Sebanarnya usaha bunuh diri ini sudah merupakan yang kedua kalinya, setelah yang pertama gagal karena keburu ketahuan warga. Alasannya adalah HUTANG. Diduga, karena sang suami harus menanggung hutang yang bejibun, guna melangsungkan acara pernikahan yang meriah, dan tidak bisa membayarnya, maka dia memilih mati dan membawa hutangnya tersebut ke alam kubur.

Kasus yang kedua adalah pengusaha tempe yang bangkrut akibat melonjakknya harga kedelai, usahanya macet dan dia pilih mati, dari pada menghadapi kebangkrutannya tersebut. Siapa yang salah? Mengapa mereka harus mati sia-sia, hanya karena kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan.

Pada umumnya, kebanyakan kasus bunuh diri di Indonesia, dikarenakan oleh himpitan kondisi perekonomian yang menyebabkan orang cepat mencari jalan pintas untuk mati. Mungkin mereka berpikir, dengan mati, semua urusan akan beres. So, apakah benar demikian?

So,bagaimana dengan Jepang?

Di negeri matahari terbit ini, kasus bunuh diri relatif tinggi juga. Denger-denger, orang jepang bisa janjian di internet untuk bunuh diri bareng-bareng. Wow fantastik. Kurang lebih setengah tahun yang lalu, teman se lab saya juga mati mengenaskan di dalam kamar apatonya. Saat itu, baru setelah 3 hari dari kematiannya, jasad diketahui oleh khalayak umum. Padahal kalau dipikir, cowok yang baru saja lulus dari undergraduate program terebut adalah salah satu atlet baseball andalan di universitas. Sayang memang, apa yang dipikirkannya? Dia yang masih bujang, dengan body atletis, belum punya tanggungan keluarga ataupun himpitan ekonomi, ternyata harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Mungkin ada sebab lain yang berat dirasakannya sehingga harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

So, 1001 alasan orang untuk mengakhiri hidupnya, meski kadang dengan alasan yang ndak masuk diakal. huh…… 


Pak Harto oh Pak Harto

January 14, 2008

suharto.jpg

Setelah beberapa hari terakhir, gempar diberitakan oleh media masa karena “kesakitan” yang dialaminya, sekarang, dari kiai sampai para normal tak ketinggalan untuk bersimpatik kepadanya.

Pak Harto, mantan Presiden RI yang ke-2, yang telah memimpin negeri ini selama 32 tahun, sekarang telah “sakit yang benar-benar sakit” di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Karena karma, atau penghapus dosa? Tiada yang tahu. Yang pasti komplikasi hampir diseluruh organ telah terjadi. Tidak ada pilahan baginya untuk hidup dengan menggunakan bantuan alat yang tertempel di beberapa bagian tubuh.

Pak Harto, yang jendral berbintang 5 ini, lahir pada tanggal 8 juni 1921 di Kemusu argamulya, Jawa, Indonesia telah berhasil memegang rekor terlama dalam memimpin negeri ini selama kurun waktu hampir 32 tahun (1967-1998).

Bagi beberapa pihak, mungkin sangat diuntungkan atas kepemimpinan beliau saat itu, tapi tidak sedikit pula yang merasa tertindas, dibodohi dan tak tanggung-tanggung harus masuk buih selama tahuanan atas keputusan yang beilau ambil. Tiada gading yang tak reatak, terlepas dari dia benar atau salah, biarlah menjadi urusan pribadi beliau dengan yang Maha Kuasa. Sekarang yang pasti, dengan kondisi yang masih tergeletak lemah di RS, kita patut untuk bersimpait kepadanya.

“Semoga cepat sembuh, Pak Harto. Semoga hikmah besar bisa dikau perolah dari apa yang telah kau alami saat ini. Amin”


Ralstonia sp. LU-1

January 7, 2008

Tahu apa maksud judul postingan saya tersebut?

Itu adalah strain microorganism yang saya temukan dari hasil screening menggunakan Lutetium pada konsentrasi tertentu yang saya masukkan dalam nutrient agar.

Di era modernisasi ini, peranan mikrobiologi dalam kehidupan nyata semakin diperlukan keberadaannya. Disamping tuntutan menciptakan “enviromtental friendly activities” di berbakai sektor kehidupan, bidang microbiologi bisa dijadikan pijakan untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Kenapa begitu.

Isu-isu panas seperti limbah yang mengandung logam berat yang notabene nya tidak bisa dicerna oleh tubuh dan cenderung untuk terakumulasi oleh makhluk hidup, akan terus menjadi topik panas, selama manusia belum bisa mencari alternatif cara untuk mengatisipasinya.


“Pengajian Bapak-bapak” PPI Komsat Gifu

January 7, 2008


Libur musim dingin, natal dan tahun baru

January 3, 2008

Disini, saat ini, dan sejak minggu lalu, kampus seperti tak berkehidupan dan terasa benar-benar sepi. Sepi, menambah dinginya  suasana musim dingin di saat pergantian tahun 2007/2008. Sangan berbeda dengan suasana di beberapa mal-mal besar di sekitar sini. Musim liburan sangat dimanfaatkan oleh orang jepang untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Dan terkhusus dengan libur akhir tahun, biasanya toko-toko pada obral barang dagangannya.

Seperi pengalaman hari kemaren, gara-gara harus ke toko 100 yen di malera (mal terbesar di Gifu) untuk mencari keperluan seminar minggu depan, saya harus mengantri di macetnya jalan menuju ke mal tersebut. Belum ditambah lagi dengan susahnya mencari tempat parkiran setelah berhasil memasuki area mal.

Wow fantastis. Kadang kalau dipikir, dengan daya beli yang sebegitu tinggi, apa sich yang ndak kebeli sama orang2 jepang itu? Cuma kalau musim obral dan banting harga begini, lha kok yo sama saja, mereka pada berjubel untuk mendapatkan barang murah. Intinya ya sama saja, ndak mikir orang punya duit apa enggak, kalau ada barang yang murah, ya disabet saja.

Cuma, sayangnya tidak sama dengan kios2 kecil, ataupun toko2 stasioneri deket rumah. Mereka mending menutup tokonya, meiburkan karyawan, dan ikut menikmati liburan akhir tahun ini. Kalau dibayangkan di Indonesia, ya seperti inilah suasanya lebaran idul fitri di kampung halaman.

Anyway, besok, jumat 4 Januari 2008, kampus, sekolah, dan institusi pendidikan yang lain, bakalan mulai beraktifitas lagi, tak terkecuali, tempat-tempat yang lain, seperti restoran, tempat belanja sayur, dan lain-lain.

Selamat tinggal tahun 2007 dan selamat menyongsong tahun 2008. Semoga tahun ini bisa menambah semangat beajar, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.

Wassalam

sebuah catatan di awal tahun 2008