Indahnya lebaran bersama teman asing

October 30, 2008

Sebuah keharmonisan dalam kebersamaan yang terbentuk antar warga asing di disekitar Universitas Gifu pada saat lebaran Idul fitri 1 Oktober 2008 bisa dilihat dalam link berikut:


Bunuh diri

January 17, 2008

Pertama, membayangkannya saja ngeri nggak ketulungan…

Hari ini salah satu channel TV swasta indonesia mengakabarkan secara terpisah 2 kasus bunuh diri di tanah air. Keduanya mempunyai alasan yang sama yaitu uang.

Kasus pertama bercerita tentang pasangan yang baru 5 bulan menikah, pasangan yang seharusnya baru menikmati indahnya masa-masa pengantin baru itu harus berakhir tragis. Sang suami nekad “nyemplung” ke sumur sempit, dan nggak sempat ditolong oleh warga sekitar, sehingga mati lemas kebanyakan nelen air sumur. Sebanarnya usaha bunuh diri ini sudah merupakan yang kedua kalinya, setelah yang pertama gagal karena keburu ketahuan warga. Alasannya adalah HUTANG. Diduga, karena sang suami harus menanggung hutang yang bejibun, guna melangsungkan acara pernikahan yang meriah, dan tidak bisa membayarnya, maka dia memilih mati dan membawa hutangnya tersebut ke alam kubur.

Kasus yang kedua adalah pengusaha tempe yang bangkrut akibat melonjakknya harga kedelai, usahanya macet dan dia pilih mati, dari pada menghadapi kebangkrutannya tersebut. Siapa yang salah? Mengapa mereka harus mati sia-sia, hanya karena kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan.

Pada umumnya, kebanyakan kasus bunuh diri di Indonesia, dikarenakan oleh himpitan kondisi perekonomian yang menyebabkan orang cepat mencari jalan pintas untuk mati. Mungkin mereka berpikir, dengan mati, semua urusan akan beres. So, apakah benar demikian?

So,bagaimana dengan Jepang?

Di negeri matahari terbit ini, kasus bunuh diri relatif tinggi juga. Denger-denger, orang jepang bisa janjian di internet untuk bunuh diri bareng-bareng. Wow fantastik. Kurang lebih setengah tahun yang lalu, teman se lab saya juga mati mengenaskan di dalam kamar apatonya. Saat itu, baru setelah 3 hari dari kematiannya, jasad diketahui oleh khalayak umum. Padahal kalau dipikir, cowok yang baru saja lulus dari undergraduate program terebut adalah salah satu atlet baseball andalan di universitas. Sayang memang, apa yang dipikirkannya? Dia yang masih bujang, dengan body atletis, belum punya tanggungan keluarga ataupun himpitan ekonomi, ternyata harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Mungkin ada sebab lain yang berat dirasakannya sehingga harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

So, 1001 alasan orang untuk mengakhiri hidupnya, meski kadang dengan alasan yang ndak masuk diakal. huh……