Sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu, ada kebijakan baru dari departemen pendidikan jepang, untuk memasukkan kurikulum Bahasa Inggris bagi pendidikan sekolah dasar. Ini berimplikasi pada keadaan dimana anak-anak 1 nen sei (Kelas 1 SD) sampai dengan 6 nen sei (Kelas 6 SD) harus belajar bahsa inggris di sekolahnya.
Core dari pembelajaran bahasa inggris yang dicanangkan oleh pemerintah jepang adalah, bagaimana menjadikan bahasa inggris, menyenangakan bagi siswa, dan membiasakan siswa untuk sering berinteraksi dengan orang asing, tak terlepas dengan orang asing yang menggunakan bahasa inggris bukan sebagai bahasa ibu-nya. Oleh karena itu dibentuklah EF (english friends) untuk Sekolah Dasar (Syogakko).
Program ini diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Shi) yang berguna untuk merekrut orang2 yang bisa berbahasa inggris, enak diajak ngobrol, dan bisa menghandle anak kecil. Kebetulan, kebanyakan yang masuk dalam program ini adalah mahasiswa asing di Gifu University.
Tentunya manajemen mengajar anak kecil, sangatlah berbeda dengan penguasaan pengajaran terhadap mahasiswa. Kalau mahasiswa bisa diajak berlogika, anak kecil akan lebih senang diajak berangan-angan. Bermain, tertawa, menangis, berkelahi, adalah kesukaan mereka. Kita harus pamah bener dengan sifat-sifat mereka ini. Dengan kegemaran mereka ini.
Belajar artinya mengulang, dengan mengulang orang akan cepat hapal dan paham dengan kata2 sederhana dalam bahasa inggris. Selain itu dengan permainan-permainan interaktif yang melibatkan siswa secara langsung, akang semakin membuat bahasa inggris lebih menyenangkan.
Wassalam
Posted by nanung agus fitriyanto