UJIAN S2

February 13, 2008

Hari ini adalah hari rabo tanggal 13 Februari 2008, dan tidak seperti hari-hari biasanya karena besok musti melaksanakan presentasi hasil penelitian selama kurang lebih 2.5 tahun ke belakang. Ya, besok adalah waktunya untuk “Sotsugyo hapyo”. Perasaannya sich sudah belajar sekuatnya. Sudah berusaha untuk menampilkan presentasi yang secantik-cantiknya. Semua data yang ada sudah ditunjukin ke Prof, dan seperti yang dikira sebelumnya, buuuanyak data yang akhirnya ndak bisa ditampilin karena terbatasnya waktu presentai.

Daijobu, ichio sensei sudah mengetahui bahwa data2 tersebut sudah diperoleh dengan susah payah selama 2.5 tahun. Meskipun ndak ikhlas juga karena harus tersisihkan dari ujian akhirku. Besok rencananya ujian akan dimulai jam 09.10. Start dari OO kung, teman china, yang ndak tahu bakalan bisa ujian dengan baik apa endak. Lha gimana ndak ragu, kalau ngomong aja puelannya minta ampun, dan bikin yang dengerin jadi ndak sabaran. Dan setelah Okuda san, insyaAllah I akan ujian di nomer urut ke-3.

Seneng juga dapet nomer urut ke-3 di hari pertama. Prinsipnya semakin cepat ujian semakin bagus, karena bakalan segera selesai. Hari ini sudah sebisanya melaksanakan latihan “hapyou rensyu” sampi mulutnya berbusa-busa. Tadi sempat khawatir juga karena ada kesepakatan untuk menggunakan komputer satu saja. Dan komputer sensei yang terpilih karena selain kecil, kompi ini masih tergolong canggih juga. Tapi sayangnya, officenya masih 2003. Dan I ngetik powerpointnya pakai office 2007. Waduh benjut ini. jadi buanyak perubahan2 yang tidak diinginkan. Tapi alhamdulillah karena perbaikan telah selesai.

Kalau ngelihat persiapan anak jepang, ya namanya mahasiswa. Tingkat kecerdasannya macem2. ada yang kelihatan pinter tapi ada juga yang biasa2 saja. Cuma yang pasti, kesungguhan dan semangat mereka dalam mempersiapkan presentasi yang bagus, perlu diacungi jempol. Dan maklum karena ujian besok merupakan puncak kepuasan dalam menyampaikan hasil penelitian selama ini, ke orang lain. Dan saya yakin, mereka juga ingin menyampaikan yang terbaik buat diri mereka sendiri. Jangan sampai sensei malu dihadapan khalayak umum karena mahasisawanya ndak bisa presentasi dengan baik. 

yoooosh. Bismillahirokhmanirokhim saja. Semua usaha yang terbaik sudah dilakukan, tinggal besok bagaimananya, dipasrahin ke Yang Kuasa saja. Ya Allah, semoga engkau beri kelancaran pada hambamu ini. Allahumma amin

Gifu, 13 Februari 2008

Wassalam

(yang baru dogi-dogi suru)


Pak Harto oh Pak Harto

January 14, 2008

suharto.jpg

Setelah beberapa hari terakhir, gempar diberitakan oleh media masa karena “kesakitan” yang dialaminya, sekarang, dari kiai sampai para normal tak ketinggalan untuk bersimpatik kepadanya.

Pak Harto, mantan Presiden RI yang ke-2, yang telah memimpin negeri ini selama 32 tahun, sekarang telah “sakit yang benar-benar sakit” di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Karena karma, atau penghapus dosa? Tiada yang tahu. Yang pasti komplikasi hampir diseluruh organ telah terjadi. Tidak ada pilahan baginya untuk hidup dengan menggunakan bantuan alat yang tertempel di beberapa bagian tubuh.

Pak Harto, yang jendral berbintang 5 ini, lahir pada tanggal 8 juni 1921 di Kemusu argamulya, Jawa, Indonesia telah berhasil memegang rekor terlama dalam memimpin negeri ini selama kurun waktu hampir 32 tahun (1967-1998).

Bagi beberapa pihak, mungkin sangat diuntungkan atas kepemimpinan beliau saat itu, tapi tidak sedikit pula yang merasa tertindas, dibodohi dan tak tanggung-tanggung harus masuk buih selama tahuanan atas keputusan yang beilau ambil. Tiada gading yang tak reatak, terlepas dari dia benar atau salah, biarlah menjadi urusan pribadi beliau dengan yang Maha Kuasa. Sekarang yang pasti, dengan kondisi yang masih tergeletak lemah di RS, kita patut untuk bersimpait kepadanya.

“Semoga cepat sembuh, Pak Harto. Semoga hikmah besar bisa dikau perolah dari apa yang telah kau alami saat ini. Amin”


Dikti punya kerja…

December 28, 2007

Hari ini, setelah mendengar kabar bahwasanya Gifu University bakalan kedatangan mahasiswa dai Ina yang berkesampatan untuk belajar di jepang dengan biaya DIKTI, terdengar kabar lain, bahwasanya teman se fakultas di UGM dapet dana serupa untuk bisa ngelanjutin S3 di Belanda, di salah satu kampus di mana dia menyelesaikan program masternya dulu.

Wow, fantastik. Good job DIKTI, semoga langkah2 seperti ini bisa berkembang dari tahun ke tahun, sehingga akan banyak lagi teman2 yang bisa merasakan pendidikan di luar negeri. Katanya lagi, tahun ini target DIKTI bisa menyekolahkan 2000 orang ke luar negeri. Tapi karena informasi yang berkembang tidak cukup cepat ditangkap oleh masyarakat luas, maka hanya sekitar 400 orang saja yang bisa dibiayai untuk berangkat sekolah ke luar. Akhirnya alokasi dana beralih ke para mahasiswa calon2 P.hD yang sekarang pada tahap akhir penyelesaian study, dan mengalami masalah keuangan. Dan ti tahun depan, harapannya bisa 4000 orang berangkat ke luar dengan dana yang sama. Itu kata teman saya tadi….

Anyway, semoga langkah ini menjadi pioner untuk tetap mengusahakan indonesia semakin cerdas, dan bisa sejajar dengan negara2 yang punya kesempatan maju duluan.

Gambatte Indonesia,

Wassalam


Enaknya nulis thesis sambil ndengerin Didi Kempot

December 28, 2007

Ndak terasa sudah 2 tahun lebih dirimu itu menimba ilmu di negeri aneh ini. Seiring dengan berjalannya waktu, sekarang sudah tiba saatnya, harus merangkum semua hal yang bisa dilaporkan, sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada Sensei dan Monbukagakusho yang telah membiayai selama ini. Thesis. Ya, thesis.

Untuk anak-anak jepang terkhusus pada student M2, mungkin bukan sesuatu yang susah untuk nulis thesis karena selain mereka pakai bahasa nenek moyang mereka sendiri, data-data penelitian yang dulu didapat sewaktu undergraduate program masih bisa dipakai lagi untuk lulus master. Tentunya semua ini, kalau restu dari sensei bisa didapet. Sehingga data yang didapat selama masuk program master, bersifat sebagai pelengkap dan penguat saja. Sistem di Jepang, research bersifat sustainable, dan ini sangat bagus bagi para student, karena mereka bisa belajar secara komprehenship tentang suatu hal.

Nah bicara tentang tulis menulis thesis, tentunya semua ini perlu perjuangan tersendiri. Selain keterbatasan waktu, data yang masih amburadul, ditambah dengan kemampuan menulis dalam bahasa inggris yang pas-pasan, sukur2 pas dapet ide pas bisa nulis, kalau nggak dapet ide ya ndak nulis nulis thesis terasa cukup berat, at least pada awal-awal saja. He..he. Tapi, setelah ide sudah nyanthol, dan sensei sudah memberikan jalan terang, pas semangat 45, kadang-kadang nulis thesis ada syiknya juga. Apalagi diiringi dnegan lantunan lagu didi kempot, serasa nulinya di Indonesia, he..he..OK, semoga semuanya bisa lancar sampai ujung penantian.

Tulisan ini diketik disela kejenuhan kepala dalam merangkum data2 guna pelengkap data thesis.

wassalam


Genset Masjid hilang…

December 27, 2007

Ceritanya, sekarang ini masjid Gifu sedang dibangun. Dalam kondisi himpitan kekurangan dana yang memang dirasa sangat besar (lebih dari 100 juta yen),  hambatan datang dari sisi lain. Dengar2 Brother wahab baru banting tulang mengumpulkan dana dari para dermawan di berbagai penjuru dunia.

Anyway, sementara ini sholat tetap dilaksanakan di kontainer yang beberapa waktu lalu dipindah tempatkan karena start pembangunan masjid harus segera dimulai (di tempat kontainer yang lama). Konsekuensinya, kabel listrik dari tiang yang sekarang ada, ndak menjangkau ke tempat kontainer yang baru. Alhasil harus ada alternatif penerangan sementara, dan pemanas, buat kenyamana bagi yang mau sholat disana.

Akhirnya dibelilah genset kecil yang cukup untuk menyalakan 2 lampu listrik dan 1 stopu. E, nggak begitu lama gensetnya curi orang, dan jeleknya setelah beberapa brothers beli yang baru lagi, lha kok dicuri lagi. Malang bener nasib kita ini. 2 buah genset hilang di tempat yang sama.

Siapa gerangan yang ngambil ? Orang jepang? Saya kok ndak yakin. Kecuali kalau memang orang yang hanya iseng dan ndak suka ngelihat komunitas muslim berkembang di negeri sakura ini. Kalau orang China….Saya juga nggak bisa bilang dan menuduh tanpa bukti yang jelas. At least sekarang ini Rahman san sudah menelpon temannya ( Polisi Jepang) untuk sebisanya mengusut kasus ini dan menyelesaikannya secara hukum.

Semoga sang pencuri bisa sadar, dan diberikan jalan yang benar sehingga bisa menghentikan kasinya untuk sering mengganggu umat muslim di wilayah Gifu ini.

Wassalam